Apakah Anda penasaran secara budaya atau hanya mencari hiburan eksotis, film-film Indonesia patut ditonton. Dari desa tradisional hingga metropolitan Durian Besar, film-film ini menangkap bagaimana kehidupan di kepulauan yang luas dan beragam. Dari drama hingga dokumenter, temukan film Indonesia berkualitas yang perlu Anda tonton sekarang.
Daun di Atas Bantal
Ini adalah kisah tragis dan manusiawi tentang perjuangan tiga anak dengan kemiskinan dan kerinduan akan kasih sayang keibuan. Heru, Sugeng, dan Kancil tidak asing dengan kehidupan yang sulit di jalanan, di mana mereka menjual ganja untuk mencari nafkah. Film ini menggambarkan keramaian sehari-hari dan seringkali ilegal dan kenyataan menjadi miskin di Yogyakarta tahun 1997. Film yang diakui secara internasional ini menampilkan anak-anak jalanan lokal daripada aktor anak-anak, yang memberikannya rasa keaslian langka yang layak untuk dicoba.
Laskar Pelangi
Berdasarkan buku laris dengan judul yang sama, The Rainbow Troops menjelaskan kehidupan di Belitong, sebuah pulau terpencil di Sumatra. Cerita ini berkisah tentang sekelompok anak-anak desa dengan perjuangan sehari-hari mereka mengejar pendidikan dan mimpi yang lebih besar dari kota asal mereka.
Kisah dewasa yang mengharukan ini juga secara halus membahas masalah-masalah sosial seperti kemiskinan dan korupsi dalam suasana sehari-hari yang tampaknya tidak bersalah. Buku dan film yang fenomenal mendorong munculnya Belitung sebagai salah satu tujuan wisata Indonesia yang sedang naik daun, dengan pantai-pantai perawan dan desa-desa menawan yang ditampilkan dalam film juga.
Berbagi Suami
Film ini bukan melodrama asmara khas Anda (tapi itu tidak berarti itu tidak akan menyebabkan air mata emosional). Berurusan dengan poligami sebagai masalah sosial terkait di Indonesia, film ini menceritakan kisah tiga wanita dengan kehidupan, usia, etnis dan budaya yang berbeda, dengan hanya satu kesamaan: mereka semua memiliki suami yang mempraktikkan poligami.
Film ini menguraikan realitas poligami sehari-hari dari sudut pandang perempuan dan telah menerima penghargaan secara nasional maupun internasional.
Habibie & Ainun
Drama ini sangat dinanti karena didasarkan pada kisah cinta yang indah antara presiden ketiga Indonesia Habibie dan mendiang istrinya Ainun. Itu menggambarkan masa muda Habibie, berdasarkan memoar yang ditulisnya tentang Ainun. Film ini direkam di Indonesia dan Jerman, dengan pengaturan yang menyenangkan dan pertukaran yang layak antara kedua kekasih.
Lebih dari sekadar kisah cinta, film ini juga tentang upaya untuk mencapai impian besar, karena juga menyentuh karier Habibie sebagai insinyur dan presiden pesawat, serta kehidupan Ainun sebagai dokter yang sukses.
The Mirror Never Lies
Pakis adalah seorang gadis muda Bajau, sebuah komunitas asli gipsi laut nomaden di Indonesia timur. Sejak ayahnya tersesat di laut, Pakis telah mencarinya menggunakan cermin, tetapi tidak berhasil. Film ini adalah kisah usia emosi dan karya lingkungan yang memukau dengan visual memukau laut terbuka Indonesia yang luas dan indah, belum lagi wawasan budaya yang akurat dan telah diteliti dengan baik. The Mirror Never Lies sering menonton pemutaran film internasional, seperti Busan, Vancouver, dan Melbourne Film Festival.